Showing posts with label Bedah Piranti. Show all posts
Showing posts with label Bedah Piranti. Show all posts

Fly Tackle – Rod & Reel

Fly Rod
Fly rod didisain untuk memancing dengan melontarkan fly dengan cara memanfaatkan momentum dari fly line dan mengendalikan arah dan jarak. Suatu fly rod yang baik akan cocok dengan line tertentu. Menurut www.fly-fishing-colorado.com, faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih fly rod antara lain:
  • Budget – Sesuaikan fly rod dengan budget anda (walaupun banyak orang bilang harga tidak pernah berbohong). Bagi pemula sebaiknya membeli rod combo untuk mengurangi biaya.
  • Garansi – Biasanya beberapa manufaktur fly rod memberikan lifetime garansi.
  • Fish Species – Jenis ikan apa yang akan anda pancing? Dimana anda akan gunakan (di laut, sungai berarus, atau danau)?
  • Fishing Distance – Berapa jarak pancing normal anda? Umumnya ikan biasanya bisa dipancing dalam jarak 20ft dari tempat kita berdiri. Pilihlah rod yang bisa melakukan overhead cast secara nyaman hingga 45ft. Ini akan memenuhi kebutuhan memancing secara umum.
  • Gender – Pemilihan fly rod bagi pria berbeda dengan wanita. Karena pria memiliki bagian tubuh atas lebih kuat dari pada wanita, maka fly rod bagi pria lebih panjang dari wanita. Panjang rod untuk pria biasanya 9ft sedangkan untuk wanita biasanya 8ft hingga 8,5ft.
  • Casting Ability – Dalam hal ini dibedakan antara seorang pemancing pemula, intermediate dan advanced. Kemampuan ini yang akan menentukan pemilihan flexibilitas rod atau action. Rod dengan medium action biasanya cocok untuk pemancing pemula, intermediate hingga advanced. Sementara fast action cocok untuk pemancing tingkat advanced.
  • Fly Lines – Pemilihan Fly Rod juga harus disesuaian dengan ukuran dan jenis fly line yang kita pakai.
Fly Reel
Dalam teknik mancing fly fishing, reel yang digunakan melekat pada ujung bawah fly rod yang digunakan. Fly reel digunakan untuk memuat backing line serta fly line dan kadang digunakan untuk mengendalikan ikan. Jika kita sering memancing dengan teknik lain, melihat fly reel sepertinya terlalu sederhana. Fly Reel terlihat banyak lubang disisinya, ini gunanya untuk mengurangi berat dan juga untuk mengeringkan air yang menempel pada fly line. Fly reel biasanya digunakan untuk freshwater tapi ada juga yang dibuat untuk saltwater, hal ini dibedakan dari material yang digunakan. Drag sistem yang digunakan dari yang sederhana (click and pawl system) hingga yang bisa diatur dragnya.

Fly reel juga dibuat dalam beberapa ukuran yang disesuaikan dengan ukuran fly line dan rod. Saran dalam memilih fly reel, sebaiknya sebelum membeli dicoba dahulu. Sebisa mungkin membeli fly reel bersamaan dengan membeli fly rod agar kita bisa tahu balanced rig nya. Jangan sampai reel yang kita beli terlalu besar dan terlalu berat bagi rod kita sehingga kehilangan keseimbangan yang menyebabkan mengurangi kenyamanan.

Nie Gan Tips Merawat Joran Tegek

Tips Merawat Joran Tegek

1. Perkuatan pada ujung ruas
Masalah perkuatan pada ujung ruas (wrapping) sudah pernah dibahas ini mutlak dilakukan untuk joran tegek, yang mana setiap ujung masing-masing ruas belum ada perkuatan. Pada umumnya tegek sudah diberi penebalan disetiap ujung ruas tapi itu tidak mencukupi, beberapa kali saya melihat tegek yang lolos karena ruas bawahnya pecah akibat belum diikat. Sehingga cuma meninggalkan bonggolnya.

2. Kebersihan sewaktu memancing
Masalah kebersihan adalah salah satu penyumbang terbesar rusaknya tegek. Mungkin rekan-rekan sudah mengetahui bahwa satu butir pasir yang terjepit diantar ruas-ruas tegek akan menjadi penyebab tegek pecah. Pasir yang halus (apalagi kwarsa yang berbentuk seperti kaca) akan mengiris permukaan tegek dengan mudahnya begitu terjepit antara ruas-ruas tegek waktu memasukkan atau mengeluarkan ruas-ruas tegek, hal ini sering terjadi pada angler yang suka memendekkan ruas joran waktu mengganti umpan. Jangan sekali-kali meletakkan diatas permukaan pasir karena sudah dipastikan butiran pasir akan lengket dipermukaan tegek dan beresiko membuat goresan pada tegek. Begitu juga sisa-sisa nasi lumat pada joran secara akumulatif membuat penebalan pada ruas joran.

3. Biasakan meng-set joran dalam keadaan penuh (full) sewaktu setting
Seperti yang telah diuraikan di atas kebiasaan memanjangkan dan memendekkan joran pada waktu menset umpan, melepaskan ikan dari pancingan memperbesar kemungkinan rusaknya tegek. Selain pasir, sisa kenur yang tertinggal diantara ruas tegek akan membuat joran meledak jika dipaksakan membuka ruas. Hal ini benar-benar pernah terjadi. Memanjangkan dan menutup joran juga akan menyebabkan bagian bawah masing-masing ruas menjadi aus bahkan pecah. Bahkan penutup bawah joran dapat jebol.

4. Membuka masing–masing ruas sewaktu membersihkan joran
Hal ini adalah yang paling membosankan, biasanya sewaktu pulang hanya ada beberapa angler yang membersihkan joran setelah dipakai. Kebanyakan begitu pulang joran lansung digeletakin. Membuka masing2 ruas dan membersihkan joran dengan air sabun adalah hal yang sangat tepat dilakukan kalau joran mau awet. Begitu juga jangan memasukkan masing-masing ruas dalam keadaan basah karena air yang tertinggal didalamnya tidak akan kering bahkan dalam waktu berbulan-bulan. Jadi waktu mengeringkannya biarkan dalam keadaan terbuka. Ada sejenis jamur yang bisa tumbuh dan menimbulkan gatal jika bersentuhan dengan kulit.

5. Membuat sekat karet pada alas tutup joran bagian dalam
Kelihatan sangat sederhana, tapi sangat bermanfaat sekali. Potonglah bekas sandal jepit atau busa keras sesuai dengan diameter dalam bagian joran terbawah (kalau bisa ngepas dan agak sempit) sebelum memasang tutup joran. Hal ini akan mencegah masuknya pasir sewaktu mancing dan menghindari benturan langsung antara ruas joran dan tutup joran (yang tebuat dari Plastic atau Alumunium), sehingga resiko pecahnya tutup joran dengan ruas masing terbawah yang mengakibatkan tutup nya pecah atau sebaliknya dapat dihindarkan.

6. Tutup karet untuk proteksi tutup joran terbawah
Tutup plastik joran yang asli kebanyakan hilang karena kelalaian masing-masing angler, biasanya aus atau pecah dan lama-lama hilang. Oleh karena itu saya membiasakan memasang cover karet yang diperuntukkan untuk alas kursi, sehingga tutup aslinya terlindungi dan terjaga. Sehingga waktu me-neger (mensetting joran dengan menjepitkan pangkal joran diantara batu) tutup asli joran tetap terproteksi. Dan sifat karet lebih menggigit daripada tutup asli yang terbuat dari plastik atau alumunium.

Demikianlah uraian singkat saya mudah-mudahan dapat menjadi masukan buat rekan-rekan yang lain

Jenis-jenis Float / Pelampung

Jenis-jenis Float / Pelampung
Pelampung merupakan suatu alat bantu/indikator yang serbaguna bagi pemancing. Pelampung tidak hanya berfungsi sebagai indikasi bahwa umpan termakan, tetapi juga bisa membuat gerakan umpan terlihat lebih natural. Pelampung umumnya terbuat dari bahan gabus, kayu, bulu merak dan fiber/plastik, dengan bentuk yang beraneka ragam. Misalnya: Panjang, bulat, oval (telur), gasing, dsb.
Pemakaian Pelampung
Pemilihan bentuk pelampung untuk dipakai memancing tergantung arus air di tempat pemancingan. Umumnya untuk memancing di empang/kolam, dipakai pelampung yang berbentuk panjang, dengan ukuran +/- 9 -12 cm, tetapi bentuk lainpun dapat dipergunakan (sesuai selera masing-masing) dan untuk pemancingan galatama umumnya tidak menggunakan pelampung.

Untuk pemancingan di pinggir laut, umumnya dipakai pelampung yang berbentuk bulat atau gasing dan untuk pemancingan ditengah laut, misalnya trolling, umumnya tidak menggunakan pelampung.
Cara Kerja Pelampung
Umpan buatan dikaitkan ke hook dan dimasukkan ke air, hingga mencapai dasar. Pada saat umpan mencapai dasar, pelampung akan berdiri mengambang di air. Umpan yang mencapai dasar tersebut akan dikerubuti oleh ikan-ikan kecil, dan pelampung akan sedikit berayun naik turun. Saat umpan didekati oleh ikan besar dan dimaka, maka pelampung akan bergerak turun atau terendam, pertanda ikan telah tersangkut dikail.

Chemical Light
Untuk pemancingan di malam hari, ujung joran atau ujung pelampung yang bentuknya panjang dapat dipasang atau divariasikan dengan chemical light yang dapat menyala dalam gelap selama beberapa jam.


Swivels / Kili-kili

Swivel/kili-kili merupakan accessories pelengkap dalam memancing yang berfungsi untuk mengurangi kekusutan atau pelintiran tali senar, selain itu penggunaan swivel juga dapat mempermudah simpul. Umumnya swivel ditempatkan diantara tali senar dan umpan.

Swivel terbuat dari bahan kuningan dengan finishing nickled, polished dan black nickled. Efisiensi kerja swivel akan terhambat apabila terjadi korosi/karat serta akumulasi pasir dan lumpur, jika keadaan demikian dibiarkan terus menerus maka akan meningkatkan gesekan selip tiap putaran akibatnya putaran swivel jadi kaku dan senar melintir.

Jenis-Jenis Swivel

Swivel terdiri dari banyak variasi model dan bentuk, tapi fungsi penggunaan umumnya sama. Ukuran untuk swivels umumnya dari no. 6/0-20.

Jenis-jenis swivels antara lain :

Pemakaian swivel untuk kolam dan laut

Untuk pemancingan dikolam / empang dan sungai, swivel yang umum dipakai adalah jenis barrel swivel, crane swivel dan rolling swivel dengan ukuran no. +/- 10-20. Sedangkan untuk pemancingan di laut, swivel yang paling banyak dipakai adalah jenis heavy swivel, ball bearing swivel untuk trolling dan 3-way swivel, crossline swivel, 2 joint minus swivel untuk jigging dengan ukuran no. +/- 6/0-9. Untuk pemancingan di tepi laut jenis swivel yang dipakai umumnya sama dengan jenis swivel untuk pemancingan kolam.

Jenis-Jenis Joran Pancing

JENIS-JENIS JORAN
1. Joran Antena / Telescopic

Biasanya joran ini tidak dipakai untuk perlombaan maupun galatama, karena mudah melintir bila terbebani dan kekuatannya terbagi-bagi disetiap section / bagian (beban tidak sepenuhnya bertumpu pada satu tangkai). Joran antena ini dibuat agar mudah dibawa karena dapat dilipat menjadi pendek. Umumnya joran antena ini dapat dipakai pada semua cara memancing kecuali Trolling.
 a. Standard

=> Panjang joran + 1.2 m – 1.8 m, untuk dikolam / empang.

=>  Panjang joran + 2.1 m – 4.5 m, untuk disungai / laut

b. Surfcast/Nage

=> Panjang joran + 3.6 m – 4.5 m

=> Umumnya dipakai untuk memancing dipantai / tebing laut

=> Model penuntun senar yang dapat dilipat untuk memudahkan di bawa.

c. Iso/Penuntun Senar Kecil


=> Panjang joran + 1.5 m – 4.5 m

=> Penuntun senarnya semua kecil dan pada bagian ujung joran sangat lentur

=> Umumnya dipakai untuk memancing ikan-ikan kecil atau udang di karang.

2. Joran Tegek

Sebaiknya pilih joran tegek yang lentur hanya pada 2 – 3 ruas dari ujungnya saja jangan keseluruhan batang jorannya lentur. Karena kalau terlalu lentur akan menyebabkan ikan mudah lolos dari sambaran pancing garong. Sebaliknya jika terlalu kaku kenur sering putus disimpulnya saat joran disentak. Sebelum membeli joran tegek pastikan untuk menguji reaksi jorannya terlebih dahulu. Tarik seluruh ruas joran hingga maksimum lalu coba sentakkan joran dengan mengayunkan pergelangan tangan. Idealnya seketika itu pula joran ikut naik, bukannya merunduk dulu baru naik. Umumnya joran tegek ini digunakan untuk mancing di rawa-rawa, laut, sungai dan kolam.
Terbagi menjadi 2 jenis :

a. Section Panjang (Pole)

Pada saat ditutup panjangnya diatas + 1 m. Ujung joran kaku, tempat mengikat senar pada umumnya terbuar dari kawat + 3 m – 10 m.

b. Section Pendek (Keiryu)

Pada saat ditutup panjangnya + 60 cm. Ujung joran lembut, tempat mengikat senar terbuat dari benang nylon. Panjang joran + 1.8 m – 7.2 m. Ada juga yang disebut short / mini keiryu dengan panjang pada saat ditutup 40 cm.

3. Joran Sambung / Piece / Section

Merupakan joran yang paling popular, digunakan disetiap perlombaan mancing baik galatama ataupun turnamen laut. Jenisnya juga bermacam-macam dari mulai sambung satu sampai sambung empat. Semakin sedikit sambungannya maka akan semakin maksimal kerja joran tersebut.

a. Sambung Satu / 1 Piece

- Terdiri dari satu bagian / tangkai (tidak dapat dilepas)

- Panjang joran umumnya tidak lebih dari 2 m, supaya lebih memudahkan untuk dibawa

b. Sambung Dua / 2 Pieces

- Dapat dilepas menjadi 2 bagian

- Panjang joran + 1.2 m – 3 m

c. Sambung Tiga / 3 Pieces

- Dapat dilepas menjadi 3 bagian

- Di Indonesia jenis ini kurang popular

d. Sambung Empat / 4 Pieces

- Dapat dilepas menjadi 4 bagian

- Jenis ini juga kurang popular di Indonesia

Jenis-Jenis Sambungan Pada Joran

Ada tiga macam sambungan pada joran sambung :

1. Kosong ( atas dan bawah kosong ), sambungan jenis ini mudah patah / rusak, tidak sekuat pada sambungan atas isi, tetapi membuat joran lebih ringan.

2. Bawah kosong atas isi / sebaliknya, biasanya sambungan bagian bawah yang patah, bagian atas dibuat isi agar dapat lebih tahan dalam menahan beban dibandingkan dengan atas kosong.

3. Solid ( ada joint shock ), model ini paling kuat karena memiliki joint shock, sehingga jarang sekali joran jenis ini patah pada sambungannya. Tujuannya adanya joint shock adalah untuk menghubungkan 2 tangkai joran isi / solid.

Pada sambungan ada 2 istilah,yaitu :

1. Put in yaitu sambungan bagian bawahnya besar

2. Put over yaitu sambungan bagian bawah kecil atas besar.

Arti Dari Daya Lentur Joran Pancing

Daya Lentur Joran Pancing - Sebuah joran akan melengkung dan membentuk suatu kurva jika dibebani pada bagian ujungnya. Sifat dari aksi joran ini dipengaruhi oleh bahan pembuatannya, tebal tipisnya, padat atau berongga, besarnya jarak dan jumlah kolongan kenur yang dipasangkan padanya dan disain ujung joran (taper).
Yang paling menentukan berapa derajat dan waktu yang diperlukan suatu kurva yang diinginkan adalah disain ujung joran. Pada umumnya daya lentur/action rod dibagi menjadi 3 action yaitu:

1. Soft Action (slow taper), yaitu joran yang terbuat dari pangkal sampai ujung melengkung, dirancang agar aksinya lambat sehingga apabila diberi beban akan membentuk kurva parabola yang lebar. Dengan kata lain kelenturan joran sampai ke bagian pangkal. Joran model ini banyak dipakai pada fly fishing dan popular untuk pemancingan di tepi pantai atau tebing.

2. Medium Action (Medium Taper), yaitu joran yang beraksi menengah ini akan melengkung secara progresif dari ujung hingga ke tengah apabila dibebani, namun bagian pangkal baru akan ikut melengkung apabila sudah mendapat beban dengan bobot tertentu. Dengan kata lain kelengkungan joran ini hanya sampai ke bagian tengah.

3. Hard Action (Fast Taper), yaitu joran yang beraksi bila dibebani hanya sepertiga hingga setengah bagian joran yang melengkung secara radikal, bahkan bisa rata mengikuti tarikan senar. Padahal bagian pangkal tetap lurus dan tidak ikut bereaksi. Dengan kata lain, joran hanya melentur dibagian ujungnya saja. Joran ini sangat popular untuk mancing dengan teknik trolling, jigging dan casting dari atas perahu. Sedangkan joran yang lebih pendek dan kecil untuk memancing dengan cara spinning.

Beberapa produsen joran memilki standar kelenturan ujung joran sendiri dan membaginya menjadi 3 bagian yaitu :
  • Heavy (berat) dengan daya lenturnya berkisar 7-21 gram
  • Medium (menengah) dengan daya lentur berkisar 4-14 gram
  • Light (ringan) dengan daya lenturnya berkisar 2-7 gram
Ada juga yang membagi aksi / action joran menjadi lima bagian yaitu :
  • Heavy (berat) yaitu apabila joran hanya lentur dibagian ujungnya saja
  • Medium Heavy (berat menengah) yaitu joran lentur sampai ke bagian di bawah ujung
  • Medium (menengah) yaitu kelenturan joran mencapai bagian tengah
  • Medium Light (ringan menengah) yaitu kelenturan joran sampai ke pegangan joran
  • Light (ringan) yaitu kelenturan joran sampai ke bagian pangkal
Aksi Joran yaitu bila joran melengkung sewaktu dibebani, sedangkan Reaksi Joran yaitu gerakan joran kembali lurus setelah bebannya dihilangkan.

Reaksi joran yang cepat menguntungkan para pemancing pada saat mengajar ikan, karena tekanan terhadap ikan berlangsung secara terus-menerus. Sedangkan aksi joran selain membantu mengajar ikan, juga mempermudah pemancing melontar kail.

Berbagai Jenis Umpan Alami

Jenis-jenis Umpan Alami
Umpan Alami (livebaits/ deadbaits)

Keefektifan umpan alami tidak diragukan lagi, karena merupakan makanan alami ikan-ikan pemangsa dihabitatnya. Penggunaan umpan alami harus sesuai dengan kebutuhan ikan yang dijadikan target pancingan, karena mancing dengan umpan yang tidak sesuai akan menjadi hal yang sia-sia.

Jenis-jenis Umpan Alami

Jenis-jenis umpan alami antara lain: cacing, kerang, serangga, cumi-cumi, ikan, rebon, udang, lumut, dll. Semuanya bisa dalam bentuk utuh (hidup atau mati) maupun irisan/potongan. Berikut contoh gambar umpan alami.
Pemasangan Umpan Alami

Masukkan pipa metal yang lubangnya bisa dilewati oleh senar melaui ingsang ikan dan keluar melaui anus ikan. Lalu masukkan senar kedalam lubang pipa, kemudian keluarkan pipa dan tetap tinggalkan senar dalam badan ikan, lalu ikat ujung senar ke hook.

Memasang Serangga Untuk Umpan
Serangga seperti capung dan jangkrik umumnya digunakan dalam keadaan hidup, yaitu dengan memasangkan hook pada pangkal sayap serangga tersebut.

Memasang Cacing Untuk Umpan
Untuk umpan, cacing bisa digunakan satuan atau lebih dari satu. Caranya dengan mengaitkan badan cacing ke hook beberapa kali, agar tidak mudah terlepas saat turun ke air.

Memasang Udang Untuk Umpan
Udang yang digunakan sebagai umpan bisa berupa udang hidup maupun udang mati. Untuk udang mati kaitkan hook mulai dari ekor dan keluar dari tengah badan udang, sedangkan untuk udang segar cukup dengan mengaitkan hook pada bagian ekor udang saja.

Ni Gan Tips Memilih Senar Pancing

Tips Memilih Senar Pancing - Untuk menyalurkan hobi memancing atau berwisata memancing di Kepulauan Seribu, salah satu alat pancing yang sangat vital adalah senar pancing. Agar supaya tidak putus ketika pancing kita disambar ikan, pastinya kita harus memilih senar pancing yang tepat dan berkualitas.

Senar atau Line ini sendiri, adalah suatu tali terbuat dari bahan khusus yang digunakan untuk memancing. Di senar atau Line inilah kail (hooks), pelampung (floats), timah (sinker) dan asesoris lainnya ditempatkan.

Ada dua bagian senar yaitu main line dan hook line. Pemakaian senar juga harus kita sesuaikan dengan tujuan atau apa yang ingin kita dapatkan ketika kita memancing, apakah ikan kecil atau ikan besar. Dari jenis ikan yang akan kita pancing inilah diameter senar kita sesuaikan.

Hal pertama yang perlu diketahui dalam memilih senar adalah kualitas dari bahan senar tersebut yang masing-masing senar mempunyai ciri khas tertentu. Semakin bagus kualitas senar yang kita pakai, sudah pasti semakin mahal harganya.

Senar yang baik mempunyai mutu stabil. Senar yang baik ini dibuat dari bahan baku berkualitas, dengan menggunakan mesin yang baik dan dengan proses dan quality control yang baik pula. Kestabilan senar dimaksud adalah jika dibuat dengan quality control yang ketat seperti diameter, kekuatan (strength), kekuatan ikat senar (knot strength), perpanjangan senar pada saat ditarik (elongation), daya lentur (flexibility) dan ketahanan gesek (abrasion resistance)

Jenis-jenis Senar Pancing yang ada dipasaran ada dua yakni Monofilament dan Multifilament. Monofilament adalah Senar dengan serabut (filament) tunggal, dan terbuat dari bahan dasar nylon. Sedangkan Multifilament adalah Senar yang memiliki banyak serabut. Permukaan senar jenis ini kasar, tidak sehalus senar dari bahan nylon. Jenis Senar Pancing ini banyak dipakai pemancing hobi dan biasanya digunakan untuk lomba.

Selain dari Jenisnya, Senar Pancing juga dibedakan dari karakteristiknya. Berikut ini adalah karakteristik Senar Pancing :
  • Kekuatan (strength) : Seberapa mampu senar dapat menahan beban. Tes kekuatan ini dilakukan dengan menggunakan universal testing machine dengan menarik senar sepanjang 50 cm dengan kecepatan tarikan 200 mm permenit, kemudian senar diuji sampai putus untuk melihat kekuatan maksimalnya.

  • Kekuatan Ikat Senar (knot strength) : Kekuatan ikat pada simpul, dimana senar akan putus disimpul. Umumnya kekuatannya diukur dengan pons (lbs) atau kg (kilogram). Tes kekuatan simpul dilakukan sama dengan tes kekuatan senar dengan membuat simpul pada tengah-tengah senar yang akan diuji, sampai senar putus pada simpul.

  • Perpanjangan Senar Pada Saat Ditarik (elongation) : Senar akan mengalami perpanjangan/mulur pada saat menarik beban, sampai titik maksimal dari senar itu tidak dapat mulur lagi. Tes dilakukan dengan menarik senar sampai titik maksimal senar akan putus.

  • Ketahanan Gesek (abrasion resistance) : Senar yang tidak mudah terkikis/abrasi apabila terkena batu karang, penuntun senar pada joran dan tempat jalannya senar pada ril. Tes dilakukan dengan menggesek senar sampai putus dengan menggunakan amplas berputar dan dihitung jumlah putarannya. Makin banyak jumlah putaran, menunjukkan senar semakin tahan terhadap gesekan.

  • Kelenturan (flexibility) : Resistensi senar saat ditekuk. Tes dilakukan dengan mengukur resistensi senar pada saat ditekuk. Makin besar resintensinya menunjukkan senar semakin kaku.

Kekuatan Senar Dapat Diukur Menggunakan :
Senar Pancing ini, bisa kita uji dengan dua cara. Yaitu dengan menggunakan Alat Pengetesan Senar dan Manual. Alat Pengetesan Senar berupa mesin khusus untuk tes senar. Keakuratan pengetesan dengan menggunakan alat, dibandingkan dengan secara manual, lebih tinggi.

Pengukuran secara manual, bisa kita lakukan dengan memakai sebuah timbangan, kemudian senar ditarik (timbangan menunjukkan suatu angka) sampai senar tersebut putus. Kita juga bisa membedakan senar pancing dari kemasannya, yakni senar Komersial dan Senar Hobi.

Senar Komersial
Senar komersial, merupakan Kemasan senar yang dijual untuk pemakaian yang lebih ekonomis dan kurang memperhatikan kualitas dibandingkan dengan senar hobi. Biasanya pemakaian senar ini untuk mencari nafkah/keuntungan dan digunakan untuk keperluan nelayan membuat/menambal jala.

Senar komersial ini dibagi ke dalam dua jenis yakni Senar Bungkus berupa Senar gulungan tanpa spool dalam bungkusan plastik dengan informasi kekuatan (lbs), diameter (mm) dan panjang senar (m) sedangkan senar pak Senar Pak merupakan Kumpulan senar bungkus, yang dijual dalam bentuk pak ditimbang dengan berat 4,5 kg.

Senar Hobi
Senar Hobi merupakan Senar yang pemasarannya lebih ditujukan kepada para orang yang memiliki hobi memancing . Senar ini lebih mengutamakan kualitas seperti kekuatan dan diameter. Senar ini dibagi dalam dua jenis yakni Senar Rol Meter berupa Senar gulungan dengan spool, dengan informasi kekuatan (lbs), diameter dan panjang senar dan Senar Rol Berat berupa Senar gulungan dengan spool dan informasi kekuatan (lbs), diameter, panjang senar.

Berbagai jenis senar telah diuraikan. Nah untuk memilih senar ini ada tipsnya. Pertama, ketika memilih senar kita harus mengetahui terlebih dahulu tujuannya, apakah untuk tujuan komersil atau hobi. Apabila tujuan untuk komersil, maka memilih senar tidak serumit memilih senar untuk hobi.

Berbeda dengan hobi, banyak hal harus diperhatikan dalam memilih, seperti ikan apa yang dicari, tipe memancing (troling, spinning dan lain-lain) untuk perlombaan/tidak, strength (kekuatan) dalam satuan lbs (pon) atau kilogram (kg) dan diameternya. Selamat memilih!

Joran Untuk Perlombaan Memancing

Memilih Joran Untuk Perlombaan
Memilih Joran Untuk Perlombaan - Salah satu perlengkapan memancing yang sangat penting adalah joran. Saat ini banyak joran yang beredar di pasaran dengan berbagai merek dan tipe. Tapi anda haruslah jeli dalam memilih joran, jangan sampai membeli joran yang tidak sesuai dengan karakter dan kebutuhan anda sendiri.

Mungkin bagi pemancing yang sudah berpengalaman tidak begitu kesulitan untuk memilih joran. Namun untuk beberapa pemancing yang bisa dibilang baru memulai debutnya di dunia galatama disarankan untuk jeli dalam memilih joran, baik itu dalam penggunaan maupun kualitasnya. Beberapa hal yang harus diperhatikan ketika membeli joran adalah :

Tipe Joran
Pemilihan joran untuk perlombaan galatama sebaiknya memakai joran yang lentur di ujungnya saja. Karena waktu yang dibutuhkan menjadi lebih singkat dibandingkan dengan joran yang lentur sampai ketengah.

Joran itu secara garis besar ada type yang Fast Tapper dan juga Slow Tapper. Isitilah tapper ini seperti kecepatan aksi joran dalam merespon gerakan kita, saat kita menghentak joran pada waktu “hit” atau lure disambar ikan. Joran fast tapper ini cenderung keras di bagian pangkal sampai ke bagian tengah joran, baru agak lemas/lentur di ujungnya, sedang yang slow tapper cenderung lentur mulai dari ujung joran dekat handle / grip. Joran fast tapper cenderung lebih mudah dipakai, karena dengan joran ini kita bisa casting lebih jauh dan respon joran saat kita gentak juga cukup cepat.

Panjang Joran
Kontradiksi antara penggunaan joran panjang dengan pendek sampai sekarang ini hampir tidak pernah berakhir, tetapi untuk lomba panjang joran idealnya berkisar antara 160-180 cm untuk yang satu bagian dan 3 meter untuk yang 2 bagian, joran yang lebih panjang memang dapat melontarkan umpan yang lebih jauh, tetapi disesuaikan dengan luas kolam. Jika memang kolamnya sempit sangat mubazir jika anda menggunakan joran yang agak panjang. Untuk yang karakter kolamnya luas, umumnya para pemancing menggunakan joran yang 2 bagian.

Dan untuk lomba juga sebaiknya jangan menggunakan joran teleskopik atau antena, karena tiap sambungannya mudah bergeser sehingga kelenturannya mudah berkurang dan kekuatannya terbagi-bagi.

Berat Joran
Berat joran ini juga mesti jadi perhatian kita. Joran fiberglass itu kuat, tapi cukup berat, sedang joran carbon itu ringan tapi lebih mudah patah dibandingkan dengan joran fiberglass. Jadi sesuaikan dengan jenis ikan yang ada di perlombaan.

Handle/ Grip
Handle secara umum ada 3 jenis, yaitu handle pendek, medium dan panjang. Joran yang pendek ini, biasanya dipakai untuk single-hand casting (casting dengan satu tangan), dan yang panjang untuk double-hand casting (casting dengan 2 tangan). Sedang yang medium, biasanya untuk single-hand casting tapi posisi ujung joran yang lebih panjang ini akan membantu kita menahan beban joran, terutama saat “bertarung” dengan ikan. Untuk perlombaan galatama kebanyakan menggunakan yang medium.

Mungkin ini adalah sebagian dari hal-hal yang harus anda pertimbangkan dari banyak hal-hal lainnya sebelum membeli joran. Namun pada kenyataannya pengalaman lah yang akan memberitahu anda joran yang bagaimanakah yang cocok untuk anda.

Nie Alat Untuk Penyelamat Rapala/Jig Gan

Alat Penyelamat Rapala/ Jig 
Alat Penyelamat Rapala/Jig Memancing memakai Rapala atau Jig adalah biasa dilakukan oleh pemancing manapun. Ikan target bisa ditipu dengan umpan yang bentuknya menyerupai ikan kecil yang terbuat dari fiber, kayu, atau cetakan timah. Tiruan inilah yang akan dikejar oleh ikan target pemancing agar dilahap oleh mereka.

Memakai umpan rapala biasanya dipakai untuk teknik-teknik paling populer memancing yakni casting/ trolling, dan jigging.
Casting adalah cara melontarkan umpan berkali kali kesatu arah tertentu disebuah wilayah perairan. Teknik ini bisa dengan mudah diaplikasikan untuk ikan darat hingga ikan laut. Bisa dijalankan dari pinggir sungai, danau, muara, atau diatas sampan. Sama dengan casting, pemancing bisa memakai cara trolling, yakni umpan dilepas hingga belasan meter dibelakang motor boat yang melaju pelan.

Teknik lainnya yakni jigging memakai rapala, cemplungkan umpan tiruan ini lalu dibiarkan meluncur kedalam dasar laut, setelah menyentuh dasar segera umpan dibetot berkali kali sambil menggulung reel (penggulung kenur) secara cepat agar umpan balik naik keatas.

Memakai kedua teknik ini akan membuat rapala itu akan meliuk-liuk dan berenang menyerupai ikan mangsa si predator.
Sayangnya, diperairan bebas seringkali kita mengalami nasib sial, yakni umpan rapala akan tersangkut disebuah benda yang ada di dalam perairan itu. Mata kailnya bisa saja tersangkut dipokok kayu, karang keras, bekas jaring nelayan, atau benda benda asing lainnya. Rapala yang tersangkut di sana bisa-bisa tidak akan mau ditarik naik sehingga mau tak mau seringkali pemancing harus memotong tali kenur itu dan membiarkan Rapala berharga mahal ini hilang ditelan air.

Sadar dengan sikon tidak meguntungkan ini, beberapa pemancing di Malaysia dan Thailand membuat alat penyelamat rapala. Jika kail tersangkut, maka alat khusus ini akan dipakai untuk menarik rapala agar terbebas dari jepitan benda asing didasar air. Dengan memakai alat penyelamat ini, harga sebuah rapala yang lumayan mahal bisa diselamatkan, dan juga acara mancing memancing tetap bisa dijalankan tanpa perlu terhenti karena rapala andalan lenyap di dasar air. Tidak ada hari yang buruk kecuali acara memancing berhenti karena tidak ada umpan.

Ni Gan Cara-cara nya Kalau Mengganti Cincin Joran

Cara Mengganti Cincin Joran - Mengganti cincin alias kolongan joran yang rusak di bagian pangkal atau di tengah tak semudah di ujung. Sebab, baik cincin yang berkaki tunggal maupun ganda, umumnya dilekatkan ke joran dengan melalui beberapa tahapan.

Minimal cincin dilekatkan ke joran dengan dibalut benang secara melingkar dan kemudian dilapis epoksi. Namun ada pula cincin yang setelah dibalut benang, terlebih dahulu ditutup semacam pita perekat sebelum kemudian dilapis lagi dengan epoksi.
Langkah pertama yang harus dilakukan untuk mengganti cincin joran yang rusak tentu saja menyiapkan cincin pengganti dengan spesifikasi yang sama, atau yang mirip-mirip jika ternyata di toko pancing tak tersedia cincin joran yang betul-betul sama. Untuk itu, pastikan bawa cincin joran yang rusak ketika hendak membeli cincin yang baru. Jangan lupa, Anda juga perlu menyiapkan benang pengikat dengan diameter dan warna yang sama pula.

Untuk melepas cincin joran, mula-mula iris terlebih dahulu lapisan epoksi secara melingkar tepat di batas-batas belitan benang pengikat menggunakan pisau cutter yang tajam. Selanjutnya gunakan kuku Anda untuk mengupas lapisan epoksi yang tertinggal. Kini kupas pita perekat dan putuskan benang lalu uraikan.

Memasang cincin baru dimulai dengan menempelkannya tepat di posisi semula, menggunakan setitik superglue. Berikutnya lilitkan benang kuat-kuat secara melingkar hingga seluruh kaki cincin joran tertutup rapat. Tutup lagi dengan pita dan terakhir lapisi dengan epoksi, vernis, ataupun cat kuku.

Ni gan,Ukuran Mata Kail Untuk Mancing Ikan Mas



Ada beberapa kekeliruan para pemancing ikan mas dalam memilih mata kail, adapun target dan sasaran ikan buruannya berbeda-beda, ikan yang biasa dilepas dikolam harian biasanya sekitar sekilo tiga ekor. Namun banyak yang menggunakan kail ukuran besar atau kurang sepadan, kekurangan kail ukuran besar untuk ikan yang sekilo tiga ekor yaitu:
  • Umpan banyak terbuang dan agak lama bila dimakan ikan
  • Bila di makan ikan agak susah kenanya karena mulut ikan dengan umpan sama besarnya
  • Apabila kena hanya tipis dan keseringan ikan terlepas/ mocel
Ada baiknya jika mancing kolam harian kail yang digunakan berukuran sedang 6/0 atau 7/0 jika ada ikan supernya bolehlah kita menggunakan kail 8/0.

Jika anda ingin menggunakan kail yang sedang dalam perlombaan ikan mas gunakan kail bernomor 8/0 karena biasanya ikan yang dilepas sewaktu lomba lebih besar dibanding kolam harian dan juga kail bernomor 8/0 bisa untuk ikan besar siapa tau supernya makan umpan anda.

Untuk para pemancing biasakan menggunakan kail lebih dari dua, agar kita bisa lebih mudah mengontrol umpan dan mengganti umpan di mata kail yang ada dipancing. Jangan tergesa-gesa untuk membuka ikan karena bisa jadi tangan kita terkena kail dan sedikit bagi-bagi pengalaman. Biasakan bawa gunting kuku diperalatan pancing kita.

Bila tangan kita tertancap mata kail yang pertama kita perhatikan adalah mata kail yang terkena tangan kita cepat-cepat kita putuskan/ gunting. Ikat kuat dengan tali tangan yang terkena mata kail dan ingat jangan panik. Lalu minta tolong yang punya pemancingan untuk menarik kail keluar dengan tang atau siapa saja. Tenang saja kail yang terkena tangan tidak beracun pakailah batu es untuk luka cepat berhenti, tutupilah dengan handiplast agar tidak terkena debu.

Inilah ikan mas yang sedang memakan umpan


GPS Untuk Bagi Pemancing Pemula

GPS Untuk Bagi Pemancing Pemula-Fishfinder dengan layar warna dilengkapi dengan Transducer Dual Beam.

Fishfinder 160C sonar dengan harga terjangkau untuk untuk pemancing pemula.

Informasi yang ditampilkan dari layar 4.5 inchi, dapat dibaca dibawah terik Matahari. Informasi yang ditampilkan sangat cocok untuk perairan dangkal

Fishfinder dengan layar warna dilengkapi dengan Transducer Dual Beam.

Fishfinder 160C sonar dengan harga terjangkau untuk untuk pemancing pemula.

Informasi yang ditampilkan dari layar 4.5 inchi, dapat dibaca dibawah terik Matahari. Informasi yang ditampilkan sangat cocok untuk perairan dangkal

Fishfinder 160C fishfinder sangat kuat, tahan air dan dirancang untuk pemakaian di atas kapal.

160C menawarkan Ultrascroll® untuk memudahkan pengguna refresh rate yang cepat untuk pembacaan informasi sonar.

Dengan Power 150 watts, dan fitur lain termasuk auto gain dan range, zoom, alarm yang dapat diatur dan lain2.

Source:castingteam

MENGENAL KAIL GARONG

Trik Memancing mengenalkan Alat Pancing Baronang dengan teknik garong telah berhasil membuat beberapa pemancing yang biasa mancing dengan teknik lain berpindah agama menjadi penganut mancing baronang dengan tegek dan kail garong yang fanatik. Untuk mengenal lebih jauh mengenai teknik ini ada baiknya kita mengetahui mengenai jenis-jenis kail garong serta plus minusnya. Berikut ini tulisan Mr Ichang, salah satu suhu mancing garong yang juga pengurus RAFAC.
Jenis Pancing atau Kail Garong Berikut Kelebihan & Kekurangannya :
1. Model Lurus/Biasa (Tipe : O’Shaughnessy, Sode, Maru-Sode dll)
Kelebiahan:

>Lebih mudah hook up karena mata pancing langsung mengarah keatas
Kekurangan:
>Lebih mudah lepas (mocel) saat fight/ikan diangkat karena mata pancing tidak “mengunci” didalam daging

Joran Prokatsu


BPdp.jpg
ProKatsu menghadirkan produk terbarunya, seri joran sambung dua berbahan fiber dengan disain dan model yang semakin menarik.

Lure Okuma


IPdp.jpg
Teknik casting, salah satu teknik mancing yang kental dengan unsur sportfishingnya semakin diminati banyak mania. OKUMA pun ‘menyerap’ tren ini dengan menghadirkan beberapa seri umpan artifisial (lures)nya, dengan 4 tipe action: surface (permukaan), topwater (dekat permukaan) , suspend (menggantung), dan floating (mengambang).

Ril Spinning PENN Captiva

Merk piranti mancing kenamaan dunia, Penn, menghadirkan ke hadapan para mania dengan suguhan sensasi mancing tersendiri. Penn Captivayang dibuat kembali dengan teknologi terbaru serta menggunakan bahan material demi terciptanya suatu piranti mancing yang bisa memuaskan para mania. Ditanamnya sebanyak delapan buah ball bearing baja anti karat ditambah roller bearing dari generasi terbaik.

Ril Spinning Fujitsu Quartz


Produsen piranti pancing kenamaan asal Jepang kini hadir di Indonesia, Fujitsu. Dengan menggunakan bahan berkualitas teratas seperti bodi ril yang berbahan alumunium metal alloy menjadikan dasar utama piranti ini kokoh.

Ril Spinning Penn Silverado


Penn, menghadirkan ril spinning yang dapat dijadikan ril andalan para mania mancing, Penn Silverado.

Rangka ril berikut plat penutup bodi ril yang berbahan grafit berkualitas teratas menjadikan tangguh di berbagai medan. Spool ril berbahan alumunium didisain untuk senar yang keluar dengan baik.
Ball bearing yang digunakan berbahan baja tahan karat yang kesemuanya komponennya digunakan demi terciptanya ril yang handal. Ril spinning Penn Silverado tersedia dalam berbagai ukuran yang bisa digunakan baik di air tawar maupun air laut.*smf

Abu Garcia Cardinal 707LX


alt
Ril pinning keluaran terbaru dari pabrikan piranti pancing kenamaan, Abu Garcia dengan sebutan Cardinal ini merupakan salah satu ril spinning untuk memancing di laut yang memiliki performa yang patut diandalkan.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More