Menjelajahi Perairan Lampung Bersama Mancing Mania





Spot potensial yang ada di perairan Lampung sangatlah menarik, mulai dari tubiran, batu karang besar yang menjulang hingga dasar laut yang berkarang dan pasir. Bersama Tabiler Fishing Club, Mancing Mania(MM) turut serta dalam jelajah perairan Lampung.
Mengawali keberangkatan (28/10) dengan berkumpul terlebih dahulu di Cilegon, Banten pada pukul 12.00, satu persatu para Tabileris berdatangan ke lokasi dan pengundian kapal dilakukan. Hingga pukul 02.00 tim langsung bergegas untuk menuju dermaga I Merak.
Pukul 05.30 tim tiba di dermaga Bakahuni, Lampung. Tim langsung menuju warung yang berada di dermaga Bakahuni dan tempat ini pula yang menjadi base sebelum mengawali trip mancing kami di perairan Lampung.
Dengan menggunakan dua buah kapal tim dibagi menjadi dua dan disesuikan dari hasil pembagian tim perkapal. Di kapal satu terdiri dari Tom Partomo, Heru Prasetyo, Tono, Anto dan MM sedangkan di kapal dua terdiri dari Susilo, Hendro, Edi, Purnomo dan Markus.
Pukul 06.30 kami bersiap untuk menaiki kapal dan langsung menuju spot yang ada. Jarak tempuh menuju spot pertama ± 45 menit, sebagai gambaran saja bahwa spot yang ada di sekitaran dermaga Bakahuni terdapat pulau-pulau kecil. Fokus jelajah kali ini di sekitaran dua pulau, yaitu Pulau Prajurit dan Pulau Kandang.

Waktu di atas kapal tim pergunakan untuk mempersiapkan piranti yang akan dipergunakan. Setibanya di spot pertama Pulau Prajurit tim langsung mincing dasaran dengan umpan cumi dan udang. Spot pertama ini arus bawah mati dan arus atasnya sedang, menurut Mulyono selaku kapten kapal ini karena air laut sedang pasang.
Strike pertama berhasil didapat oleh Tono yang berhasil menaikan ikan ekor kuning. Selanjutnya tim mulai menyusul satu persatu dan beberapa ekor ikan karang berhasil dinaikan ke atas kapal, namun sayang berat ikan belum terlalu besar.
Pindah ke spot dan masing disekitaran Pulau Prajurit, disini Tim berhasil mengandaskan beberapa ekor ikan, seperti kerapu, ekor kuning, kuniran dan tompel. Di spot kedua ini kami sempat melihat segerombolan ikan tongkol yang terlihat di atas permukaan air laut tak jauh dari posisi kapal lego jangkar.
Sayang ikan besar nampaknya urung kami peroleh. Untuk mencari ikan selar dan tembang sangat sulit didapat, entah lagi tidak musim atau karena air laut sedang pasang. Peroleh ikan kami di spot kedua ini cukup lumayan hanya saja belum beruntung untuk mendapatkan ikan besar.
Kapten kapal menginstruksikan kami untuk menggulung senar dan akan pindah ke spot selanjutnya dan menjajal disekitaran Pulau Kandang. Pengakuan dari sang kapten, bahwa dirinya dua hari yang lalu berhasil mendapatkan giant trevelly (gt) dengan ukuran bervariatif, mulai dari 2-4 kg.
Setibanya di spot ternyata benar saja dari apa yang diucapkan oleh kapten, begitu umpan diturunkan tak perlu menunggu lama. Ikan kuwe rambe berhasil dinaikan ke atas kapal tetapi ukurannya tidak terlalu besar. Karena para tabileris menggunakan piranti ringan jadi cukup berasa saat fight dengan kuwe rambe.
Para tabileris juga merilis kembali ikan baby kuwe rambe agar kelak tumbuh besar dan saat kembali keperairan ini ikan tersebut sudah besar. Rata-rata kedalaman laut di sekitaran Pulau Kandang yang kami telusuri berkisar ± 40-60 meter.
Sementara itu, dikapal dua yang saat ini masih bertahan di spot kisaran Pulau Prajurit berhasil menaikan ikan gt dan Edi, sang eksekutor sukses menaklukan ikan buruan dengan menggunakan umpan udang hidup. Susilo juga tidak mau kalah dengan berhasil pula menaklukan ikan kurisi.
Kami kembali ke Pulau Prajurit setelah berhasil menjajal dua spot yang berada di Pulau Kandang. Karena faktor arus bawah dan atas yang kencang memaksa kami kembali lagi ke Pulau Prajurit dan mencoba peruntungan lagi di spot kedua sebelumnya.
Setibanya di lokasi sudah ada tim tabileris dua yang sedang asik narik ikan rame. Disini jarak kapal satu dan dua tidak terlalu jauh karena ini juga merupakan spot andalan kedua kapten kapal. Sorak sorai terdengan ketika jual beli strikeantara kapal satu dan dua.
Saat semua para tabiler terdiam tiba-tiba seekor ikan tenggiri meloncat ke atas permukaan air laut dan sempat membuat kaget kami karena ukuran ikan yang terlihat sangatlah besar sekali, sayang ikan tersebut urung mencicipi umpan kami.
Tak lama berselang Anto berhasil mendapatkan ikan kembung como dengan ukuran sedang. Arus yang sulit diperdiksi dan kencangnya arus ketika sore hari membuat jadwal trip terpaksa disudahi lebih awal dari agenda yang telah dijadwalkan.
Ketika perjalanan pulang menuju dermaga bakahuni, tantangan tidak berhenti ketika kapal kami harus melintasi pusaran kecil yang tercipta dari arus atas yang deras. Pada saat ketika memutuskan untuk menyudahi trip kondisi air laut sedang surut.
Sesampainya di dermaga kami langsung menuju base untuk beristirahat sejenak sambil menceritakan hasil trip antara Tabileris yang berada di kapal satu dan dua. Dalam trip jelajah perairan Lampung bersama Tabilir kali ini keluar sebagai juara adalah Edi. ndi
Mengenal Cuaca dan Arus Musim

Iklim di perairan pesisir, terutama Pantai Barat Lampung dipengaruhi oleh Samudera Hindia yang dicirikan oleh adanya angin muson dan curah hujan yang tinggi, sekitar 2500 - 3000 mm/tahun (Stasiun Kalianda, 1991). Angin berhembus dari arah Selatan selama bulan Mei-September dan dari arah yang berlawanan selama bulan November-Maret.
Berlawanan dengan arah angin, arus musim di Pantai Barat Lampung sepanjang tahun mengalir ke arah Tenggara hingga Barat Daya. Kondisi ini diperkirakan disebabkan oleh gradien tekanan antara perairan di Barat Laut dengan perairan di bagian Tenggara dari Pantai Barat Sumatera.
Kekuatan arus berkisar antara 1 cm/s-45 cm/s. Pada musim barat antara bulan November-Maret, arus mengalir dengan kecepatan 27 cm/s-45 cm/s dan mencapai kecepatan maksimum pada bulan Desember. Arus pada musim barat ini mengalir dengan tetap menuju ke arah Tenggara. Sedangkan arus pada musim timur antara bulan April hingga Oktober melemah dengan kisaran kecepatan 1 cm/s-36 cm/s.
Pada bulan Juli arus mencapai minimum, berkisar antara 1 cm/s-5 cm/s. Di perairan mulut teluk, kekuatan arus rata-rata bulanan berkisar antara 1 cm/s-45 cm/s, di mana kecepatan maksimum terjadi pada bulan Januari dan Februari, dan kecepatan minimum pada bulan Maret dan April.

0 komentar:

Post a Comment

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More