Ini lah Pedoman Dan Teknis Budidaya Ikan (Ikan Patin)


Ini lah Pedoman Dan Teknis Budidaya Ikan (Ikan Patin)-Budidaya ikan patin meliputi beberapa kegiatan, secara garis besar dibagi menjadi 2 kegiatan yaitu pembenihan dan pembesaran. Kedua jenis kegiatan ini umumnya belum populer dilakukan oleh masyarakat, karena umumnya masih mengandalkan kegiatan penangkapan di alam (sungai, situ, waduk, dan lain-lain) untuk memenuhi kebutuhan akan ikan patin. Kegiatan pembenihan merupakan upaya untuk menghasilkan benih pada ukuran tertentu. Produk akhirnya berupa benih berukuran tertentu, yang umumnya adalah benih selepas masa pendederan. Benih ikan patin dapat diperoleh dari hasil tangkapan di perairan umum. Biasanya menjelang musim kemarau pada pagi hari dengan menggunakan alat tangkap jala atau jaring. Benih dapat juga dibeli dari Balai Pemeliharaan Air Tawar di Jawa Barat. Benih dikumpulkan dalam suatu wadah, dan dirawat dengan hati-hati selama 2 minggu. Jika air dalam penampungan sudah kotor, harus segera diganti dengan air bersih, dan usahakan terhindar dari sengatan matahari. Sebelum benih ditebar, dipelihara dulu dalam jaring selama 1 bulan, selanjutnya dipindahkan ke dalam hampang yang sudah disiapkan. Secara garis besar usaha pembenihan ikan patin meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
a) Pemilihan calon induk siap pijah.
b) Persiapan hormon perangsang/kelenjar hipofise dari ikan donor,yaitu ikan
mas.
c) Kawin suntik (induce breeding).
d) Pengurutan (striping).
e) Penetasan telur.
f) Perawatan larva.
g) Pendederan.
h) Pemanenan.
Pada usaha budidaya yang semakin berkembang, tempat pembenihan dan pembesaran sering kali dipisahkan dengan jarak yang agak jauh. Pemindahan benih dari tempat pembenihan ke tempat pembesaran memerlukan penanganan khusus agar benih selamat. Keberhasilan transportasi benih ikan biasanya sangat erat kaitannya dengan kondisi fisik maupun kimia air, terutama menyangkut oksigen terlarut, NH3, CO2 , pH, dan suhu air.


Penyiapan Sarana dan Peralatan
Lokasi kolam dicari yang dekat dengan sumber air dan bebas banjir. Kolam dibangun di lahan yang landai dengan kemiringan 2–5% sehingga memudahkan pengairan kolam secara gravitasi.


1) Kolam pemeliharaan induk
Luas kolam tergantung jumlah induk dan intensitas pengelolaannya. Sebagai contoh untuk 100 kg induk memerlukan kolam seluas 500 meter persegi bila hanya mengandalkan pakan alami dan dedak. Sedangkan bila diberi pakan pelet, maka untuk 100 kg induk memerlukan luas 150-200 meter persegi saja. Bentuk kolam sebaiknya persegi panjang dengan dinding bisa ditembok atau kolam tanah dengan dilapisi anyaman bambu bagian dalamnya. Pintu pemasukan air bisa dengan paralon dan dipasang sarinya, sedangkan untuk pengeluaran air sebaiknya berbentuk monik.

2) Kolam pemijahan
Tempat pemijahan dapat berupa kolam tanah atau bak tembok. Ukuran/luas kolam pemijahan tergantung jumlah induk yang dipijahkan dengan bentuk kolam empat persegi panjang. Sebagai patokan bahwa untuk 1 ekor induk dengan berat 3 kg memerlukan luas kolam sekitar 18 m2 dengan 18 buah ijuk/kakaban. Dasar kolam dibuat miring kearah pembuangan, untuk menjamin agar dasar kolam dapat dikeringkan. Pintu pemasukan bisa dengan pralon dan pengeluarannya bisa juga memakai pralon (kalau ukuran kolam kecil) atau pintu monik. Bentuk kolam penetasan pada dasarnya sama dengan kolam pemijahan dan seringkali juga untuk penetasan menggunakan kolam pemijahan. Pada kolam penetasan diusahakan agar air yang masuk
dapat menyebar ke daerah yang ada telurnya.

3) Kolam pendederan
Bentuk kolam pendederan yang baik adalah segi empat. Untuk kegiatan pendederan ini biasanya ada beberapa kolam yaitu pendederan pertama dengan luas 25-500 m2 dan pendederan lanjutan 500-1000 m2
 per petak. Pemasukan air bisa dengan pralon dan pengeluaran/ pembuangan dengan pintu berbentuk monik. Dasar kolam dibuatkan kemalir (saluran dasar) dan di dekat pintu pengeluaran dibuat kubangan. Fungsi kemalir adalah tempat berkumpulnya benih saat panen dan kubangan untuk memudahkan penangkapan benih. dasar kolam dibuat miring ke arah pembuangan. Petak tambahan air yang mempunyai kekeruhan tinggi (air sungai) maka perlu dibuat bak pengendapan dan bak penyaringan.


Pembibitan
1) Menyiapkan Bibit
Bibit yang hendak dipijahkan bisa berasal dari hasil pemeliharaan dikolamsejak kecil atau hasil tangkapan dialam ketika musim pemijahan tiba. Induk yang ideal adalah dari kawanan patin dewasa hasil pembesaran dikolam sehingga dapat dipilihkan induk yang benar-benar berkualitas baik.


2) Perlakuan dan Perawatan Bibit
Induk patin yang hendak dipijahkan sebaiknya dipelihara dulu secara khusus di dalam sangkar terapung. Selama pemeliharaan, induk ikan diberi makanan khusus yang banyak mengandung protein. Upaya untuk memperoleh induk matang telur yang pernah dilakukan oleh Sub Balai Penelitian Perikanan Air Tawar Palembang adalah dengan memberikan makanan berbentuk gumpalan (pasta) dari bahan-bahan pembuat makanan ayam dengan komposisi tepung ikan 35%, dedak halus 30%, menir beras 25%, tepung kedelai 10%, serta vitamin dan mineral 0,5%. Makanan diberikan lima hari dalam seminggu sebanyak 5% setiap hari dengan pembagian pagi hari 2,5% dan sore hari 2,5%. Selain itu, diberikan juga rucah dua kali seminggu sebanyak 10% bobot ikan induk. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat kematangan gonad.
Ciri-ciri induk patin yang sudah matang gonad dan siap dipijahkan adalah sebagai berikut :
a. Induk betina
- Umur tiga tahun.
- Ukuran 1,5–2 kg.
- Perut membesar ke arah anus.
- Perut terasa empuk dan halus bila di raba.
- Kloaka membengkak dan berwarna merah tua.
- Kulit pada bagian perut lembek dan tipis.
- kalau di sekitar kloaka ditekan akan keluar beberapa butir telur yang
bentuknya bundar dan besarnya seragam.
b. Induk jantan
- Umur dua tahun.
- Ukuran 1,5–2 kg.
- Kulit perut lembek dan tipis.
- Bila diurut akankeluar cairan sperma berwarna putih.
- Kelamin membengkak dan berwarna merah tua.
Benih ikan patin yang berumur 1 hari dipindahkan ke dalam akuarium berukuran 80 cm x 45 cm x 45 cm. Setiap akuarium diisi dengan air sumur bor yang telah diaerasi. Kepadatan penebaran ikan adalah 500 ekor per akuarium. Aerator ditempatkan pada setiap akuarium agar keperluan oksigen untuk benih dapat tercukupi. Untuk menjaga kestabilan suhu ruangan dan suhu air digunakan heater atau dapat menggunakan kompor untuk menghemat dana. Benih umur sehari belum perlu diberi makan tambahan dari luar karena masih mempunyai cadangan makanan berupa yolk sac atau kuning telur. Pada hari ketiga, benih ikan diberi makanan tambahan berupa emulsi kuning telur ayam yang direbus. Selanjutnya berangsur-angsur diganti dengan makanan hidup berupa Moina cyprinacea atau yang biasa dikenal dengan kutu air dan jentik nyamuk.
Pembesaran ikan patin dapat dilakukan di kolam, di jala apung, melalui sistem pen dan dalam karamba.
a) Pembesaran ikan patin di kolam dapat dilakukan melalui sistem monokultur maupun polikultur.
b) Pada pembesaran ikan patin di jala apung, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah: lokasi pemeliharaan, bagaimana cara menggunakan jala apung, bagaimana kondisi perairan dan kualitas airnya serta proses pembesarannya.
c) Pada pembesaran ikan patin sistem pen, perlu diperhatikan: pemilihan lokasi, kualitas air, bagaimana penerapan sistem tersebut, penebaran benih, dan pemberian pakan serta pengontrolan dan pemanenannya.
d) Pada pembesaran ikan patin di karamba, perlu diperhatikan masalah: pemilihan lokasi, penebaran benih, pemberian pakan tambahan, pengontrolan dan pemanenan. Hampang dapat terbuat dari jaring, karet, bambu atau ram kawat yang dilengkapi dengan tiang atau tunggak yang ditancapkan ke dasar perairan. Lokasi yang cocok untuk pemasangan hampang : kedalaman air ± 0,5-3 m dengan fluktuasi kedalaman tidak lebih dari 50 cm, arus tidak terlalu deras, tetapi cukup untuk sirkulasi air dalam hampang. Perairan tidak tercemar dan dasarnya sedikit berlumpur. Terhindar dari gelombang dan angin yang kencang serta terhindar dari hama, penyakit dan predator (pemangsa). Pada perairan yang dasarnya berbatu, harus digunakan pemberat untuk membantu mengencangkan jaring. Jarak antara tiang bambu/kayu sekitar 0,5-1m.


Pemeliharaan Pembesaran
1) Pemupukan
Pemupukan kolam bertujuan untuk meningkatkan dan produktivitas kolam, yaitu dengan cara merangsang pertumbuhan makanan alami sebanyakbanyaknya. Pupuk yang biasa digunakan adalah pupuk kandang atau pupuk hijau dengan dosis 50–700 gram/m2

2) Pemberian Pakan
Pemberian makan dilakukan 2 kali sehari (pagi dan sore). Jumlah makanan yang diberikan per hari sebanyak 3-5% dari jumlah berat badan ikan peliharaan. Jumlah makanan selalu berubah setiap bulan, sesuai dengan kenaikan berat badan ikan dalam hampang. Hal ini dapat diketahui dengan cara menimbangnya 5-10 ekor ikan contoh yang diambil dari ikan yang dipelihara (smpel).


3) Pemeliharaan Kolam dan Tambak
Selama pemeliharaan, ikan dapat diberi makanan tambahan berupa pellet setiap hari dan dapat pula diberikan ikan-ikan kecil/sisa (ikan rucah) ataupun sisa dapur yang diberikan 3-4 hari sekali untuk perangsang nafsu makannya.

Source:pusri






Cara Penangkapan ikan

Penangkapan ikan


Cara Penangkapan ikan-Penangkapan ikan dengan menggunakan jala apung akan mengakibatkan ikan mengalami luka-luka. Sebaiknya penangkapan ikan dimulai dibagian hilir kemudian bergerak kebagian hulu. Jadi bila ikan didorong dengan kere maka ikan patin akan terpojok pada bagian hulu. Pemanenan seperti ini menguntungkan karena ikan tetap mendapatkan air yang segar sehingga kematian ikan dapat dihindari.

Pembersihan Kolam ikan


Ikan patin yang dipelihara dalam hampang dapat dipanen setelah 6 bulan. Untuk melihat hasil yang diperoleh, dari benih yang ditebarkan pada waktu awal dengan berat 8-12 gram/ekor, setelah 6 bulan dapat mencapai  600-700 gram/ekor. Pemungutan hasil dapat dilakukan dengan menggunakan jala sebanyak 2-3 buah dan tenaga kerja yang diperlukan sebanyak 2-3 orang. Ikan yang ditangkap dimasukkan kedalam wadah yang telah disiapkan.

Source:pusri

Keterangan Hama & Penyakit Ikan Patin



Hama

Keterangan Hama & Penyakit Ikan Patin -Pada pembesaran ikan patin di jaring terapung hama yang mungkin menyerang antara lain lingsang, kura-kura, biawak, ular air, dan burung. Hama serupa juga terdapat pada usaha pembesaran patin sistem hampang (pen) dan karamba
Karamba yang ditanam di dasar perairan relatif aman dari serangan hama. Pada pembesaran ikan patin di jala apung (sistem sangkar ada hama berupa ikan buntal (Tetraodon sp.) yang merusak jala dan memangsa ikan. Hama lain berupa ikan liar pemangsa adalah udang, dan seluang (Rasbora). Ikan-ikan
kecil yang masuk kedalam wadah budidaya akan menjadi pesaing ikan patin dalam hal mencari makan dan memperoleh oksigen.
Untuk menghindari serangan hama pada pembesaran di jala apung (rakit) sebaiknya ditempatkan jauh dari pantai. Biasanya pinggiran waduk atau danau merupakan markas tempat bersarangnya hama, karena itu sebaiknya semak belukar yang tumbuh di pinggir dan disekitar lokasi dibersihkan secara rutin.
Cara untuk menghindari dari serangan burung bangau (Lepto-tilus javanicus),pecuk (Phalacrocorax carbo sinensis), blekok (Ramphalcyon capensis capensis) adalah dengan menutupi bagian atas wadah budi daya dengan lembararan jaring dan memasang kantong jaring tambahan di luar kantong jaring budi daya. Mata jaring dari kantong jaring bagian luar ini dibuat lebih besar. Cara ini berfungsi ganda, selain burung tidak dapat masuk, ikan patin juga tidak akan berlompatan keluar.

Penyakit
Penyakit ikan patin ada yang disebabkan infeksi dan non-infeksi. Penyakit noninfeksi adalah penyakit yang timbul akibatadanya gangguan faktor yang bukan patogen. Penyakit non-infeksi ini tidak menular. Sedangkan penyakit akibat infeksi biasanya timbul karena gangguan organisme patogen.

1)> Penyakit akibat infeksi
Organisme patogen yang menyebabkan infeksi biasanya berupa parasit, jamur, bakteri, dan virus. Produksi benih ikan patin secara masal masih menemui beberapa kendala antara lain karena sering mendapat serangan
parasit Ichthyoptirus multifilis (white spot) sehingga banyak benih patin yang mati, terutama benih yang berumur 1-2 bulan. Dalam usaha pembesaran patin belum ada laporan yang mengungkapkan secara lengkap serangan penyakit pada ikan patin, untuk pencegahan, beberapa penyakit akibat infeksi berikut ini sebaiknya diperhatikan.

a. Penyakit parasit
Penyakit white spot (bintik putih) disebabkan oleh parasit dari bangsa protozoa dari jenis Ichthyoptirus multifilis Foquet. Pengendalian: menggunakan metil biru atau methilene blue konsentrasi 1% (satu gram
metil biru dalam 100 cc air). Ikan yang sakit dimasukkan ke dalam bak air yang bersih, kemudian kedalamnya masukkan larutan tadi. Ikan dibiarkan dalam larutan selama 24 jam. Lakukan pengobatan berulang-ulang selama tiga kali dengan selang waktu sehari.

b. Penyakit jamur
Penyakit jamur biasanya terjadi akibat adanya luka pada badan ikan. Penyakit ini biasanya terjadi akibat adanya luka pada badan ikan. Penyebab penyakit jamur adalah Saprolegnia sp. dan Achlya sp. Pada kondisi air yang jelek, kemungkinan patin terserang jamur lebih besar. Pencegahan penyakit jamur dapat dilakukan dengan cara menjaga kualitas air agar kondisinya selalu ideal bagi kehidupan ikan patin. Ikan
yang terlanjur sakit harus segera diobati. Obat yang biasanya di pakai adalah malachyt green oxalate sejumlah 2 –3 g/m air (1 liter) selama 30 menit. Caranya rendam ikan yang sakit dengan larutan tadi, dan di ulang sampai tiga hari berturut- turut.

c. Penyakit bakteri
Penyakit bakteri juga menjadi ancaman bagi ikan patin. Bakteri yang sering menyerang adalah Aeromonas sp. dan Pseudo-monas sp. Ikan yang terserang akan mengalami pendarahan pada bagian tubuh terutama di bagian dada, perut, dan pangkal sirip.  Penyakit bakteri yang mungkin menyerang ikan patin adalah penyakit bakteri yang juga biasa menyerang ikan-ikan air tawar jenis lainnya, yaitu Aeromonas sp. dan Pseudomonas
sp. Ikan patin yang terkena penyakit akibat bakteri, ternyata mudah menular, sehingga ikan yang terserang dan keadaannya cukup parah harus segera dimusnahkan. Sementara yang terinfeks, tetapi  belum parah dapat dicoba dengan beberapa cara pengobatan. Antara lain:

(1) Dengan merendam ikan dalam larutan kalium permanganat (PK) 10-20 ppm selama 30–60 menit, 
(2) Merendam ikan dalam larutan nitrofuran 5- 10 ppm selama 12–24 jam, atau 
(3) merendam ikan dalam larutan oksitetrasiklin 5 ppm selama 24 jam.

2) Penyakit non-infeksi
Penyakit non-infeksi banyak diketemukan adalah keracunan dan kurang gizi. Keracunan disebabkan oleh banyak faktor seperti pada pemberian pakan yang berjamur dan berkuman atau karena pencemaran lingkungan perairan. 
Gajala keracunan dapat diidentifikasi dari tingkah laku ikan.
-> Ikan akan lemah, berenang megap-megap dipermukaan air. Pada kasus yang berbahaya, ikan berenang terbalik dan mati. Pada kasus kurang gizi,ikan tampak kurus dan kepala terlihat lebih besar, tidak seimbang dengan ukuran tubuh, kurang lincah dan berkembang tidak normal.
-> Kendala yang sering dihadapi adalah serangan parasit Ichthyoptirus multifilis (white spot) mengakibatkan banyak benih mati, terutama benih yang berumur 1-2 bulan.
-> Penyakit ini dapat membunuh ikan dalam waktu singkat.
-> Organisme ini menempel pada tubuh ikan secara bergerombol sampai ratusan jumlahnya sehingga akan terlihat seperti bintik-bintik putih.
-> Tempat yang disukai adalah di bawah selaput lendir sekaligus merusak selaput lendir tersebut.

Source:pusri

Jumlah Pemberian Pakan Pada Ikan Nila

Jumlah Pemberian Pakan  Pada Ikan Nila-Berilah pakan sebanyak 3-4% dari berat keseluruhan ikan yang ada dalam kolam ikan anda. Cara menghitung berat ikan dalam kolam ikan adalah dengan mengambil sampel sebanyak 1 kg ikan. Caranya adalah siapkan timbangan duduk 5 kg atau lebih. Kemudian timbang air dan ember terlebihdahulu. Misalnya air dan ember adalah 1 kg. Ambillah ikan taruhlah dalam ember yang berisi air. Masukan beberapa ekor ikan sampai mencapai 1 kg. misalnya anda memasukan 10 ekor ikan dan berat mencapai 1 kg. berarti berat ikan anda saat ini adalah rata-rata 100 gram perekor. Jika pemberian pakan 3-4%perhari perhari berarti pemberian pakan rata-rata 1 gram perekor untuk satu kali makan atau 3 gram perhari untuk 3 kali pemberian pakan. Dan jika dalam kolam ada sebanyak 1000 ekor maka sekali pemberian pakan pakan adalah 1000 ekor x 100 gr = berat total ikan dalam kolam adalah 100 kg. Jika pemberian pakan 3-4% perhari maka sekali pemberian pakan 1 kg, atau 3 kali perhari 3 kg. pakan ikan.

Anda mungkin ingin mengetahui berapakah pertumbuhan ikan dalam kolam ikan anda dengan pemberian pakan secara intensif? Tergantung jenis ikannila apa yang anda ternak. Jika ikan yang anda ternak berasal dari bibit nila yang cepat bertumbuh maka diperkirakan rata-rata kenaikan berat ikan setiap hari lebih dari 2.5 gram. Namun jika bukan dari nila pilihan kemungkinan pertumbuhannya hanya 1.5 gram perhari dengan pakan yang sama.

Sekarang anda sudah dapat membayangkan berapakah pendapatan anda setiap hari melalui pertumbuhan ikan dikurangi biaya pakan ikan. Dengan menghitung berapa selisih biaya pakan keluar dengan selisih berat pertumbuhan, Anda sudah dapat memperkirakan usaha anda nantinya gagal atau berhasil. Sekarang mari kita hitung dengan perumpamaan jumlah ikan yang ada diatas.

Harga daging ikan nila /kg =Rp. 15.000

Harga pakan ikan /kg =Rp. 5000

1000 ekor dengan berat rata-rata 100 gram= total berat 100 kg.

3% pakan dari 100 kg total berat = 3 kg pakan setiap hari

Pertambahan berat /ekor setiap hari 2.5 gram

100 gram ditambah 2.5 gram = 102.5 gram

102.5 gr x 1000 ekor = 102.500 gram

102.500 / 1000 = 102.5 kg

Jadi pertumbuhan ikan nila anda /1000 ekor bertambah 2.5 kg. Dari 100 kg menjadi 102.5 kg. Jika di hitung harga daging maka 2.5 x 15.000 = 30.000

Pakan yang anda keluarkan 3% dari 100 kg = 3 kg x 5000 = 15.000

Pendapatan = Harga Pertumbuhan - Harga Pakan

30.000 - 15.000 = 15.000 itulah pendapatan kotor setiap hari dari beternak ikan nila.

Jika jumlah ikan yang anda ternak 10 kali lebih banyak (10.000 ekor) dari jumlah diatas berarti setiap hari anda mendapatkan 150.000 Rupiah perhari. Dan jika anda beternak 100 kali lebih banyak (100.000 ekor) dari jumlah di atas berarti anda mendapatkan 1.500.000 perhari. Dan seterusnya. Jika anda ingin mendapatkan banyak tanamlah lebih banyak... JJ berhitung memang mudah dan rasanya enak lebih enak dari pada ikan nila. Namun jika tidak berandai kita tidak pernah mencoba. Meski tak semudah menghitung beternak nila tetap menjadi suatu tantangan tersendiri bagi mereka yang mencintai ikan.

Jadi pemberian pakan perhari adalah 3-4% dari berat total ikan dalam kolam, bukan dari jumlah ikan ya.... berbeda.

Pertumbuhan ikan setiap hari diperkirakan antara 1-2.5 gram perhari.

Source:ikannila

Mengetahui Tata Cara Pemberian Pakan Lele yg Baik benar



Mengetahui Tata Cara Pemberian Pakan Lele yg Baik benar-Mengetahui tata cara pemberian pakan lele merupakan hal yang penting dan berpengaruh sangat besar dalam kesuksesan produksi budidaya ternak lele. Sebaliknya, kesalahan dalam tata cara pemberian pakan lele dapat berakibat buruk, dari benih atau bibit lele yang mudah terserang penyakit sampai kondisi yang paling fatal yaitu kematian pada ikan lele yang dibudidayakan. Banyaknya keluhan dari para pengusaha ternak atau budidaya lele tentang penyakit yang menjangkit lele peliharaan mereka sebagian besar diakibatkan dari kurang atau mungkin sama sekali belum mengetahui tentang tata cara pemberian pakan lele yang baik dan benar, adapun tata cara pemberian pakan lele dapat dibagi menjadi :

1. Waktu Pemberian Pakan

2. Persiapan Pemberian Pakan

3. Cara Memberikan Pakan

Tata cara pemberian pakan lele pada segmen pembenihan dan pembesaran tidak terlalu banyak perbedaan, perbedaan paling mendasar hanya pada pakan alami dan pakan tambahan. Pada segmen pembenihan ada pemberian pakan alami berupa cacing sutera pada saat larva berumur lima hari, sementara pada segmen pembesaran jarang sekali ada pembudidaya yang meberikan cacing sutera, sementara pada segmen pembesaran, pemberian pakan tambahan berupa ayam tiren, ikan runcah dan lainnya. Kita akan coba menjelaskan satu persatu dari ketiga bagian tata cara pemberian pakan lele.

1. Waktu Pemberian Pakan

Dalam tata cara pemberian pakan lele, mengetahui waktu pemberian pakan merupakan hal yang sangat penting, selain harus mengatur waktu pemberian pakan lele sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, baik yang menggunakan tiga kali sehari atau lima sampai dengan enam kali sehari (Setiap 3 jam). Yang sangat penting dan harus diperhatikan adalah pemberian pakan lele tidak boleh dimulai terlalu pagi, atau lebih jelasnya, jangan memberikan pakan pada lele sebelum jam sembilan pagi. Kenapa demikian? Berdasarkan penelitian pada waktu pagi sebelum jam sembilan, permukaan air kolam masih tercemar oleh zat-zat yang merugikan yang dibawa oleh udara, jadi jika kita memberikan pakan pada saat yang terlalu pagi, maka pakan akan bercampur dengan zat-zat tersebut sehingga menjadi racun dan berbahaya bagi kesehatan ikan. Dengan menunggu hingga jam sembilan, diharapkan sudah cukup waktu untuk zat-zat tersebut menguap karena disinari oleh matahari. Adapun penyakit yang bisa ditimbulkan dari kebiasaan memberikan pakan yang terlalu pagi adalah radang insang, diakibatkan oleh parasit karena ikan memakan pakan yang telah tercemar oleh zat-zat yang merugikan.

2. Persiapan Pemberian Pakan

Walaupun terlihat sepele, persiapan pemberian pakan juga merupakan faktor yang tidak bisa dilupakan dalam tata cara pemberian pakan lele. Persiapan pemberian pakan untuk pakan yang berbentuk pelet, sebaiknya para pengusaha ternak lele harus membiasakan membibis pakan pelet yang akan diberikan (kecuali pelet tenggelam), Bibis adalah proses membasahi pelet dengan air (dianjurkan dengan air hangat), gunanya agar pelet mengembang, sehingga ikan lele yang mempunyai sifat rakus tidak akan memakan pelet terlalu banyak atau berlebihan, jika kita memberikan pelet dalam kondisi kering, lele akan terus saja menyantap pelet dengan rakus, terlalu banyaknya lele menyantap pelet kering yang belum mengembang akan berakibat fatal, karena pelet-pelet tersebut akan mengembang dalam perut lele, kondisi ini akan berakibat buruk pada kesehatan lele bahkan bisa mengakibatkan kematian.

Adapun tata cara pemberian pakan lele untuk pakan tambahan persiapannya adalah dengan cara mengolah atau membersihkan pakan tersebut dengan baik, misalnya jika kita membeli cacing sutera dari toko ikan atau pengepul, sebaiknya cacing-cacing tersebut dicuci atau dibilas sebelum disebar ke kolam. Atau jika kita menggunakan ayam tiren pada segmen pembesaran, sebaiknya ayam tersebut direbus, jangan dibakar, karena jika dengan proses membakar, biasanya yang matang/hangus hanya bagian kulitnya saja, sementara bagian dalamnya belum matang, sehingga masih terdapat zat-zat yang berbahaya untuk kesehatan ikan, sementara jika prosesnya dilakukan dengan cara merebus, biasanya ayam tiren akan matang secara keseluruhan dan aman dikonsumsi oleh lele.

3. Cara Memberikan Pakan

Cara memberikan pakan yang baik juga wajib diketahui oleh para pelaku usaha ternak lele agar tata cara pemberian pakan lele menjadi lengkap dan tepat guna.

a. Cara memberikan pakan yang berbentuk pelet apung harus dilakukan dengan cara menyebar pelet menjadi tiga bagian, untuk mudahnya kita umpamakan tiga bagian kolam adalah ujung kanan, tengah dan ujung kiri, langkah pertama adalah sebar pelet secukupnya pada sisi ujung kanan kolam, setelah pelet habis, sebar lagi secukupnya pada sisi tengah kolam, setelah habis sebar lagi pada sisi ujung kiri kolam, lakukan proses tersebut sampai ikan lele kenyang, cirinya adalah terlihatnya beberapa butir pelet yang tersisa pada saat ditebar dipermukaan kolam. Metode pemberian pakan seperti ini dilakukan agar ikan lebih aktif bergerak, sehingga membantu pertumbuhan ikan, selain itu, dengan cara ini para pelaku usaha ternak lele juga dapat mengontrol tingkat responsif ikan lele.

b. Untuk pelet tenggelam cara memberikannya berbeda, pelet tenggelam tidak disebar, melainkan hanya ditebarkan pada satu titik, sesuai namanya sifat pelet tenggelam akan tenggelam pada saat ditebar, jadi tebarkanlah sedikit-sedikit, karena lele termasuk ikan yang suka mengejar pakan yang bergerak, jadi dikhawatirkan pelet yang terlanjur tenggelam tidak akan dimakan, jika pada titik pemberian pakan pelet tenggelam respon ikan sudah nampak menurun, sebaiknya pemberian pakan dihentikan, ulangi dan lakukan lagi prosesnya pada setiap pemberian pakan pelet tenggelam.

c. Pada segmen pembenihan, pakan alami seperti cacing sutera diberikan dengan cara disebar di sudut, di sisi dan di bagian tengah kolam, cacing sutera yang telah dibersihkan/dibilas lalu diambil seujung tangan kemudian diletakkan pada titik yang berbeda, tehnik ini sangat efektif karena larva lele yang berjumlah ribuan yang tersebar di seluruh bagian kolam akan rata mendapatkan makanan. Sementara pada segmen pembesaran, pemberian pakan tambahan seperti ayam tiren sebaiknya digantung, hal ini dilakukan agar meminimalisasikan sisa tulang yang berserakan pada dasar kolam, dengan cara seperti ini, tulang yang tersisa di tali gantungan dapat segera dibuang, sisa tulang yang berserakan bisa sangat berbahaya bagi pelaku ternak lele pada saat panen atau menguras kolam, karena bisa saja terinjak dan melukai kaki atau dapat merobek terpal bagi pengguna kolam terpal.

Semoga saja ulasan ini bermanfaat, diharapkan dengan diterapkannya cara pemberian pakan lele yang baik dan benar, para pelaku usaha ternak lele dapat mencegah resiko lele terserang penyakit atau kerugian lainnya, sehingga angka kematian lebih dapat diminimalisir dan dapat mencapai target produksi yang diinginkan, karena pada prinsipnya, mencegah itu sangat jauh lebih berguna dari pada mengobati, sukses untuk seluruh pengusaha ternak lele Indonesia, salam…

Keterangan Ikan Lele

Keterangan Ikan Lele-Ikan lele adalah Jenis ikan yang memiliki banyak nama dan julukan yang berbeda di beberapa negara, bahkan di indonesia, ikan lele memiliki nama yang berbeda pada beberapa daerah, hal ini disebabkan karena ikan lele termasuk jenis ikan yang memiliki banyak species, namun demikian, secara ilmiah ikan lele lebih dikenal dengan nama clarias, berasal dari kata chlaros bahasa yunani yang berarti kuat atau lincah, seperti pada kenyataannya di alam bebas, ikan lele memang terkenal lincah dan mampu bertahan hidup meskipun dalam kondisi air dan kadar oksigen yang minimum, karena ikan lele memiliki alat pernapasan tambahan berupa labirin.

Ikan jenis clarias termasuk ikan lele memiliki ciri tubuh yang memanjang atau lonjong, kulit tubuhnya tidak bersisik dan licin karena dilindungi oleh sejenis cairan pelindung, sirip punggungnya memanjang pada bagian punggung dan terkadang menyatu dengan ekor, sementara dibagian bawah perut juga terdapat sirip anus yang memanjang hingga ke ekor, tidak seperti tubuhnya yang lonjong, bagian kepala lele cenderung lebih gepeng dan dilindungi oleh tulang yang sangat keras, matanya terlihat hitam dan kecil disisi kiri dan kanan kepala, berada di belakang kumis atau yang sering disebut sebagai sungut peraba yang berjumlah delapan, empat disisi kiri dan empat lainnya disisi kanan, pada bagian dada, ikan lele memiliki dua buah patil, yaitu sirip yang terdiiri dari tulang yang keras dan lancip.

Ikan lele biasa hidup di perairan air tawar, seperti sungai, rawa dan telaga, bahkan ikan lele juga mampu bertahan hidup di selokan got daerah perkotaan yang sudah tercemar. Ikan lele termasuk jenis ikan yang lebih aktif di malam hari, pada habitat aslinya di alam, ikan lele akan memijah pada saat musim penghujan.

Masyarakat Indonesia dahulu hanya mengenal jenis lele lokal, kemudian sekitar tahun 1985 jenis lele dumbo masuk ke Indonesia, kualitas lele dumbo yang pada saat itu lebih unggul dibanding dengan lele lokal langsung mendapatkan tempat di hati para pembudidaya dan ternak lele di nusantara. Seiring berjalannya waktu dan dikarenakan kelalaian banyak pihak, kualitas lele dumbo mengalami penurunan, daya tahan dan pertumbuhan lele dumbo yang dibanggakan berangsur-angsur sirna, banyak para pengusaha budidaya lele kecewa, hal ini mengakibatkan lesunya dunia perlelean di tanah air.

Sekitar tahun 2004 munculah strain baru lele dumbo keluaran BBPBAT Sukabumi yang diberi nama lele sangkuriang, indukan lele dan bibit lele sangkuriang telah membawa pencerahan kepada banyak pelaku usaha ternak lele hingga saat ini, pasalnya baik indukan maupun benih lele sangkuriang memiliki banyak keunggulan setelah melalui proses perbaikan genetik, disamping daya tahan tubuh lebih kuat terhadap penyakit, benih atau bibit lele sangkuriang juga dapat tumbuh lebih cepat, selain itu jumlah telur indukan lele sangkuriang juga lebih banyak, semoga saja kualitas lele sangkuriang tetap bisa dipertahankan atau mudah-mudahan malah bisa semakin ditingkatkan, sehingga tidak bernasib seperti lele dumbo pendahulunya.

Source:ternaklele

Nie,Cara-cara Budidaya Ikan Lele yang Benar Gan

Nie,Cara-cara Budidaya Ikan Lele yang Benar gan-Budidaya lele di Indonesia harus dikembangkan dan dilestarikan. Banyak cara yang bisa kita lakukan dalam berbudidaya ikan lele. Salah satunya kita harus mengenal bagaimana budidaya lele yang benar dan tepat agar kualitas dan kuantitas panen kita dalam berbudidaya lele maksimal.
Ikan lele merupakan jenis ikan yang banyak digemari masyarakat karena kelezatannya. Di Indonesia budidaya ikan lele sudah merajalela di pedesaan.akan mengulas budidaya ikan lele yang benar sebagai berikut.

Pembenihan lele
Budidaya lele untuk menghasilkan benih samapai berukuran tertentu dengan cara perkawinan induk jantan dengan induk betina pada kolam khusus pemijahan. Ada 3 pembenihan dalam berbudidaya ikan lele antara lain sebagai berikut.
- Sistem massal.
Dilakukan dengan menempatkan lele jantan denga lele betina dalam satu kolam dengan perbandingan tertentu. Pada sistem ini induk jantan secara leluasa mencari pasangan untuk diajak kawin dalam sarang pemijahan, cara sistem ini tergantung pada ke-aktifan nduk jantan dalam memilih pasangan.
- Sitem pasangan.
Dilakuakan dengan menempatkan satu induk jantan dan satu betina pada kolam khusus.
- Sistem suntik.
Dilakukan dengan merangsang lele untuk memijah atau terjadi ovulasi dengan suntikan kontrak kelenjar Hyphofise.

Pembuatan kolam
Ada dua tipe dalam berbudidaya lele, dengan cara bak dan galian(kubangan). Secara ilmu berbudidaya ada beberapa yang harus dilakukan:
- kolam tandow, mendapatkan masukan air langsungdari sumbernya. Cra ini berfungsi untuk pengendapan lumpur, persediaan air, dan penumbuh plankton.
- kolam pemeliharaan induk, induk jantan dean betina selama masa pmatangan telur dipelihara pada kolam tersendiri.
- Kolam Pemijahan. Tempat perkawinan induk jantan dan betina. Pada kolam ini harus tersedia sarang pemijahan dari ijuk, batu bata, bambu dan lain-lain sebagai tempat hubungan induk jantan dan betina.
Kolam Pendederan. Berfungsi untuk membesarkan anakan yang telah menetas dan telah berumur 3-4 hari. Pemindahan dilakukan pada umur tersebut karena anakan mulai memerlukan pakan, yang sebelumnya masih menggunakan cadangan kuning telur induk dalam saluran pencernaannya.

Pemilihan induk untuk lele jantan
- tulang kepala berbentuk pipih
- warna lebih gelap
- gerakannya lebih lincah
- perut ramping tidak terlihat lebih besar daripada punggung
- alat kelaminnya berbentuk runcing.

Pemilihan induk untuk lele betina
- tulang kepala berbentuk cembung
- warna badan lebih cerah
- gerakan lamban
- perut mengembang lebih besar daripada punggung alat kelamin berbentuk bulat.

Persiapan lahan
Proses pengolahan lahan (pada kolam tanah) meliputi:
- Pengeringan. Untuk membersihkan kolam dan mematikan berbagai bibit penyakit.
- Pengapuran. Dilakukan dengan kapur Dolomit atau Zeolit dosis 60 gr/m2 untuk mengembalikan keasaman tanah dan mematikan bibit penyakit yang tidak mati oleh pengeringan.
- Perlakuan TON (Tambak Organik Nusantara). untuk menetralkan berbagai racun dan gas berbahaya hasil pembusukan bahan organik sisa budidaya sebelumnya dengan dosis 5 botol TON/ha atau 25 gr (2 sendok makan)/100m2. Penambahan pupuk kandang juga dapat dilakukan untuk menambah kesuburan lahan.
- Pemasukan Air. Dilakukan secara bertahap, mula-mula setinggi 30 cm dan dibiarkan selama 3-4 hari untuk menumbuhkan plankton sebagai pakan alami lele.
Pada tipe kolam berupa bak, persiapan kolam yang dapat dilakukan adalah :
- Pembersihan bak dari kotoran/sisa pembenihan sebelumnya.
- Penjemuran bak agar kering dan bibit penyakit mati. Pemasukan air fapat langsung penuh dan segera diberi perlakuan TON dengan dosis sama.

Pemijahan
Pemijahan adalah proses pertemuan induk jantan dan betina untuk mengeluarkan sel telur dan sel sperma. Tanda induk jantan siap kawin yaitu alat kelamin berwarna merah. Induk betina tandanya sel telur berwarna kuning (jika belum matang berwarna hijau). Sel telur yang telah dibuahi menempel pada sarang dan dalam waktu 24 jam akan menetas menjadi anakan lele.

Pemindahan
Cara pemindahan :
- kurangi air di sarang pemijahan sampai tinggi air 10-20 cm.
- siapkan tempat penampungan dengan baskom atau ember yang diisi dengan air di sarang.
- samakan suhu pada kedua kolam
- pindahkan benih dari sarang ke wadah penampungan dengan cawan atau piring.
- pindahkan benih dari penampungan ke kolam pendederan dengan hati-hati pada malam hari, karena masih rentan terhadap tingginya suhu air.

Pendederan
Adalah pembesaran hingga berukuran siap jual, yaitu 5 – 7 cm, 7 – 9 cm dan 9 – 12 cm dengan harga berbeda. Kolam pendederan permukaannya diberi pelindung berupa enceng gondok atau penutup dari plastik untuk menghindari naiknya suhu air yang menyebabkan lele mudah stress. Pemberian pakan mulai dilakukan sejak anakan lele dipindahkan ke kolam pendederan ini.

Pakan
Pakan anakan lele berupa:
- pakan alami berupa plankton, jentik-jentik, kutu air, dan cacing sutra(3-4 hari)
- pakan buatan untuk umur diatas 3-4 hari.
- Untu menanam nutrisi pakan, setiap pemberian pakan buatan dicampur dengan POC NASA dengan dosis 1-2cc/kg pakan(dicampur air secukupnya)

Source:blogiztic

Cara Perawatan Ikan Mas Koki Yang Baik & Benar

Cara Perawatan Ikan Mas Koki Yang Baik & Benar-KaRna bentuknya yG 'ndut dan cara berenangnya yg luthu ,,aQ suka banget sama jenis ikan yang satu ini.... Dan di rumah aQ punya banyak ikan mas koki.... ada yang jenis ikan mas koki biasa, tosca, oranda, mata balon, dan mutiara.... Yang paling aQ suka yaitu jenis koki mas mutiara ini...karena tubuhnya kecil, dan perutnya besar,,mungkin karena bentuk tubuhnya yg seperti itu disebut mutiara... ^_^
oY, sebelum aQ beri tips cara merawat ikan mas koki ini, aQ pengen critain dikit sejarah dari ikan mas koki ini...
Ikan mas koki ini berasal dari Cina, dan berdasarkan penelitian ahli,,kromosom dari spesies ikan yang ditemukan di Cina yang massih berkerabat dengan ikan mas koki bernama Carper crucian...
- - - CaRa MeraWaT IkaN mAs kOki - - - 

Cara Perawatan Ikan Mas Koki Yang Baik & Benar-
  1. Pertama kali akan memelihara ikan mas koki, sebaiknya air yang telah dimasukkan dalam aquarium diendapkan terlebih dahulu.
  2. Ketika akan memasukkan ikan mas koki ke dalam aquarium, jika ikan mas koki tersebut berada dalam kantong plastik sebaiknya taruh kantong plastik yang berisi ikan mas koki tadi ke dalam permukaan air aquarium, untuk menyesuaikan suhu dalam aquarium dan suhu ikan koki,,agar ikan koki tidak stress dan mati.
  3. Jika akan memelihara dalam aquarium yang besar, maka diperlukan aerotop peniup udara di aquarium, filter, dan selang penyedot kotoran.. Ketiga alat ini penting untuk mencegah kotoran dan sirkulasi udara air dalam aquarium.
  4. Lokasi aquarium dipastikan harus tidak terkena sinar matahari langsung agar lumut dan alga tidak cepat berkemang biak.
  5. Beri pakan secukupnya..JANGAN TERLALU SERING beri makan ikan mas koki karena ikan mas koki ini merupakan ikan yang rakus, slalu memakan makanan yang ada,, dan jika kekenyangan maka ikan koki akan cepat mati.. Dan menurut penelitian ahli, tubuh yang ramping bagi ikan mas koki akan memperpanjang umurnya. Pakan ikan ini yang alami dan bagus untuk ikan mas koki adalah cacing sutera karena mengandung protein yang tinggi.. Tetapi untuk lebih praktisnya, pakan ikan mas koki adalah bentuk pellet yang banyak dijual di toko-toko.
  6. Jangan memberi pakan pada malam hari atau menjelang malam..Karena ikan mas koki merupakan ikan yang cepat proses pencernaannya,,setelah dia makan maka akan dikeluarkan dalam bentuk feses (mengandung amoniak).. Bakteri pengurai, aktif pada malam hari dan akan menguraikan feses ikan mas koki yang akan menyebabkan kandungan amoniak dalam air aquarium tinggi dan tidak baik bagi ikan mas koki.
  7. Pada saat menguras air aquarium sebaiknya air yang akan dibuang jangan semuanya karena jika semua air lama digantikan dengan air baru, maka ikan mas koki harus beradaptasi lagi dan menyebabkan stress yang berakibat kematian.
  8. Air aquarium yang baru diisi (setelah dikuras) sebaiknya diberi garam grosok (garam laut) yang mempunyai manfaat mencegah pertumbuhan jamur.
Itu lah cara2 merawat ikan mas koki yang baik & benar

Selamat mencoba ya gan...!:D
Source:duniarury

Tips Cara-cara Budidaya Ikan Oscar


Tips Cara-cara Budidaya Ikan OscarI-kan Oscar merupakan jenis ikan air tawar yang berasal dari sungai Amazone, Panama, Rio-Paraguay dan Tio-Negro Amerika Selatan, serta sudapat dikembang-biakan di Indonesia. Ikan Oscar mempunyai bentuk dan warna yang menarik. Warna badannya kehitam-hitaman dengan batikan berwarna kuning kemerah-merahan. Tidak seperti ikan hias lain, ikan oscar memerlukan perlakuan sedikit khusus pada
cara perkembangbiakannya, sehingga ikan Oscar ini termasuk ikan yang mahal.

Cara Budidaya Ikan Gabus yang baik

Siapa yang tidak tahu ikan gabus ? Ikan yang sering menjadi buruan para pembudidaya ikan karena salah satu predator yang meresahkan, kini semakin marak dibudidayakan karena daging ikan gabus memiliki kelezatan tersendiri yang tidak sama dengan ikan lainnya. Ikan gabus banyak dicari oleh pembeli karena tekstur dagingnya yang padat.

Teknik & Cara Budidaya Ikan Koi

Ikan koi
Teknik & Cara Budidaya Ikan Koi-Ikan Koi termasuk ke dalam golongan ikan carp (karper). Harga Koi sangat ditentukan berdasarkan bentuk badan dan kualitas tampilan warna. Ikan koi pertama kali dikenal pada dinasti Chin tahun 265 dan 316 Masehi. Koi dengan keindahan warna dan tingkah laku seperti yang kita ketahui saat ini, mulai dikembangkan di Jepang 200 tahun yang lalu di pegunungan Niigata oleh petani Yamakoshi.

Tips Mancing di permukaan laut

Tips Mancing di permukaan laut-Zona Ikan Kita akan memberi Tips bagaimana cara memancing ikan di pemukaan laut .Saat ini untuk mendapatkan ikan besar pada saat casting di permukaan laut, kita bisa mendeteksi dimana lokasi yang terdapat ikan besar dengan menggunakan alat Fish Finder. Teknologi saat ini sudah mampu menciptakan alat untuk mendeteksi dimana ikan berada. Namun dengan harga yang relatif mahal, masih banyak para pemancing yang menggunakan tanda – tanda alam untuk mengetahui dimana posisi ikan – ikan besar berada.

Mancing di perairan danau dan sungai yang membeku

fishing ice
Mancing di perairan danau dan sungai yang membeku-Kegiatan ice fishing banyak dilakukan di berbagai negara yang memiliki musim dingin yang panjang. Memancing dengan sistem ice fishing ini dilakukan di perairan – perairan yang membeku karena dinginnya udara yang membekukan bisa sampai dibawah titik beku. Permukaan danau yang membeku akan membuat pemancing dapat menjangkau tengah danau untuk memancing, caranya pun cukup mudah yaitu dengan memotong permukaan es dan membuat lubang kecil untuk memancing. Namun terkadang dengan musim dingin yang bisa mencapai – 10 derajat celsius lubang yang sudah dibuat gampang saja menutup jika dibiarkan begitu saja, beberapa pemancing menggunakan pemanas listrik untuk menjaga lubang es tetap membuka.

Teknik jigging yang bisa mendapatkan ikan besar

Teknik jigging merupakan teknik mancing laut dan tawar yang biasa dilakukan jika anda memancing di sebuah daerah yang memiliki kedalaman yang cukup sekitar 30 – 100 m. teknik jigging merupakan teknikmemancing yang menggunakan umpan metal jig yang di ulurkan ke dalam air dengan menggoyang – goyangkannya secara vertikal sehingga sepertinya, umpan metal jig bergerak naik turun dengan aktif dan menarik perhatian ikan predator untuk memakannya.

Memancing pada malam hari


Tips memancing pada malam hari di sungai atau waduk

mancing malam hari
mancing malam hari

Memancing di danau atau waduk pada saat malam hari cukup menyenangkan, namun meski agak susah dilakukan memancing dengan pada saat malam menyenangkan karena jauh dari rasa panas matahari. Selain kerena persaingan lebih kurang karena hampir jarang orang memancing pada malam hari. Pengalaman saya memancing pada saat malam membutuhkan lebih banyak konsentrasi karena suasana yang gelap pada malam hari. Peralatan yang wajib dibawa agar pemancingan sukses yaitu :

Nikmatnya Memacing


Jika anda seorang pemancing, anda akan tahu nikmatnya memancing

Mancing sekarang bukanlah pekerjaan bagi sebagian orang. Pemancing jaman sekarang selain untuk mencari hiburan, bisa untuk tempat melatih kesabaran buat sebagian orang. Hoby mancing yang relatif murah bahkan membuat banyak orang tertarik untuk menikmatinya. Di waktu – waktu liburan seperti hari minggu banyak kita lihat para pemancing dadakan yang mencoba peruntungannya dalam mencari ikan..

Ikan Gurami Ikan Air Tawar

Ikan Gurami Rajanya Ikan Air Tawar-Ikan Gurami dalam bahasa latin memiliki nama Osporonemus Gouramy . disebut rajanya ikan air tawar bukan karena keindahan tubunya, tetapi karena memiliki rasa yang paling enak dari ikan – ikan lain. Gurami sendiri memiliki komposisi daging yang tebal dan empuk sehingga untuk menikmatinya akan lebih nyaman..tak banyak duri. Sebagai ikan air tawar gurami layak disandingkan sebagai no.1 ikan paling suipp…enaknya

Jenis Ikan yang banyak diburu orang


Jenis Ikan yang banyak diburu orang-Ikan di perairan air tawar jenisnya mungkin banyak sekali, namun ada beberapa jenis saja yang merupakan favorite bagi para pemancing untuk diburu. Jenis – jenis ikan tersebut terbagi dalam 2 kategori, yaitu :

Memancing dengan umpan udang hidup

Umpan udang

Memancing dengan umpan udang hidup-Dalam memancing di Laut umpan udang adalah salah satu umpan yang favorit yang disenangi para pemancing, terutama saat memancing dasaran. Dalam memancing di dasar laut seperti ini hampir semua jenis ikan karang menyukainya, ikan kakap,ikan kerapu, ikan hiu karang, dan masih banyak macam ikan pemangsa memakan umpan udang. Udang adalah hewan crustacea yang terkenal sebagai sumber makanan penting bagi hewan – hewan laut dan berbagai jenis ikan.

Ikan herring sebagai rantai makanan laut yang penting

Trik Memancing-Ikan herring adalah ikan laut yang memiliki warna cerah keperakan. Sekilas mirip bandeng namun memiliki panjang tubuh yang jauh lebih pendek. Ikan herring merupakan ikan yang penting peranannya dalam rantai makanan perikanan laut, karena ikan ini merupakan ikan yang dijadikan makanan utama hampir semua predator laut seperti ikan tuna, ikan hiu, ikan lumba – lumba, ikan paus, singa laut dan lain – lain. Perkembangan ikan ini di laut bebas merupakan indikator keberadaan ikan besar yang menjadi pemangsa mereka.

Cara menangani gangguan ikan buntal saat memancing

Trik Memancing-Kalau anda memancing di laut, maka anda akan menemukan jenis ikan ini saat memancing di karang.Ikan buntal memiliki ciri – ciri dapat menggembungkan badannya jika terkena mata pancing ataupun tertangkap jaring. Ikan buntal biasanya juga mengganggu pemancingan karena ikan ini sering menyambar senar dengan giginya yang tajam dan akan memutuskan senar pancing anda sekaligus. Ikan ini tidak dapat diambil sebagai tangkapan karena beracun dan berduri banyak sehingga para nelayan biasanya langsung membuangnya saja.

Ikan Baung air tawar


Trik Memancing,Ikan Baung adalah salah satu ikan yang sekerabat dengan ikan lele dan termasuk dalam marga Hemibagrus. Ikan ini secara sekilas mata memang sama dengan ikan Lele dengan adanya sungut dan patil di mulutnya. Sebagai ikan konsumsi, Ikan Baung terkenal sebagai bahn masakan yang cukup enak, terutama di daerah Sumatera, dan Kalimantan.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More